![]() |
Premi Bruto Gabungan tumbuh 31 persen menjadi Rp 5,6 trilyun
Laba Sebelum Pajak gabungan Rp 335 milyar
Total Aset lebih dari Rp 12 trilyun
Rasio solvabilitas 505 persen (Allianz Life) dan 156 persen (Allianz
Utama)
Allianz Life Indonesia : Pertumbuhan premi di seluruh lini bisnis
Allianz Life Indonesia melaporkan pertumbuhan premi bruto yang memuaskansebesar 45 persen, menjadi Rp 4,88 trilyun dari Rp 3,36 trilyun pada 2009.
Pertumbuhan premi secara signifikan, khususnya, tercatat di bisnis asuransi
Jiwa Individu dengan peningkatan sebesar 72 persen menjadi Rp 3,11 trilyun,
diikuti oleh bisnis asuransi Jiwa Kumpulan (Group Life & Savings) dengan
pertumbuhan sebesar 14 persen menjadi Rp 1,37 trilyun dan pertumbuhan bisnis
asuransi Kesehatan sebesar 13 persen menjadi Rp 395 milyar.
Joachim Wessling berkomentar: “Dengan kinerja yang luar biasa di 2010, kami
mempertahankan posisi terdepan di pasar. Peningkatan yang signifikan di sisi
Laba Sebelum Pajak dan pendapatan premi di seluruh lini bisnis membuktikan
adanya keseimbangan fokus yang tepat antara pertumbuhan dan penciptaan nilai
tambah bagi seluruh nasabah, para agen dan karyawan kami. Kini, kami melayani
lebih dari 1,7 juta tertanggung di Indonesia, angka ini meningkat 21 persen
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.”
Premi baru dari bisnis asuransi Jiwa Individu yang disetahunkan meningkat
menjadi Rp 954 milyar, meningkat 39 persen dari tahun 2009. Jalur Bancassurance
mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan 68 persen sedangkan jalur keagenan
tumbuh sebesar 32 persen, dengan 14.000 agen di 2010.
Laba Sebelum Pajak Allianz Life Indonesia dilaporkan menguat 45 persen dari
tahun lalu menjadi Rp 296 milyar. Aset Kelolaan (Asset Under Management)
meningkat sebesar 38 persen, mencapai Rp 11,3 trilyun di 2010. Perusahaan
mengakhiri 2010 dengan rasio solvabilitas 505 persen, membuktikan kinerja
keuangan dan stabilitas yang solid.
“Prioritas kami adalah menjaga standar pelayanan dan operasional yang tinggi
kepada nasabah dan mitra bisnis kami dengan meningkatkan profesionalisme tenaga
penjualan serta meningkatkan kualitas jajaran produk dan perbaikan pada proses
operasional kami.” tambah Joachim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar